Friday, May 22, 2015

Efek Terlalu Banyak Tidur

efek terlalu banyak tidur
Jika Anda begitu bahagia dengan akhir pekan ini, karena libur sudah dimulai dari Kamis kemarin dan mungkin Anda mengambil cuti pada hari Jumat, jangan habiskan waktu dengan banyak tidur.

Penelitian terakhir seperti dilansir dari Independent (15/5/2015) menyebut, terlalu banyak tidur bisa memicu serangan stroke. Penelitian itu membatasi tidur yang dimaksud adalah yang melebihi dari delapan jam waktu ideal yang dianjurkan para dokter.

Risiko stroke karena kebanyakan tidur meningkat hingga tiga kali lipat pada mereka yang mengidap hipertensi.

Susahnya kekurangan tidur, dengan hitungan hanya tidur lima jam dalam sehari semalam juga meningkatkan risiko pendarahan di otak ini.

Dr. Oluwaseun Akinseye, dari Rumah Sakit Mount Sinai, New York, dan para koleganya menganalisa 204 ribu orang dewasa di Amerika Serikat. Mereka melakukan penelitian selama 10 tahun mengambil data dari  National Health Interview Survey.

Ditemukan mereka yang secara rutin tidur lebih dari delapan jam, 14 persen lebih mungkin terserang stroke. Ini berarti hampir tiga kali lipat dibanding mereka yang yang tidur 7-8 jam saja sehari semalam, yang hanya punya risiko lima persen saja.

Penelitian itu juga menemukan, mereka yang tidur kurang dari lima jam, 11 persen berisiko mengalami pendarahan otak.

Bandingkan dengan enam persen risiko pendarahan otak yang mungkin menyerang mereka yang tidur antara lebih dari lima jam.

Sayangnya penelitian tidak membuktikan bagaimana  terlalu banyak atau kekurangan tidur bisa berujung pada stroke. Hanya diduga mereka yang terlalu banyak tidur akan punya tingkat kebugaran yang lebih rendah dibanding mereka yang aktif bergerak.

Temuan ini akan dipresentasikan pada pertemuan American Society of Hypertension di New York. Sebelumnya awal tahun ini juga ada penelitian dari University of Cambridge yang menyebut ornag yang tidur lebih dari delapan jam per hari, rata-rata risiko terserang strokenya 46 lebih tinggi dibanding orang dengan pola tidur ideal.

Peneliti mengikuti riwayat kesehatan 10 ribu orang yang berusia antara 42 hingga 81 tahun selama 9,5 tahun.

Hampir 7 dari tiap 10 partisipan biasa tidur antara 6-8 jam per hari. Sementara 1 dari 9 orang dilaporkan biasa tidur lebih dari delapan jam dalam sehari.

Selama penelitian itu berlangsung  346 partisipan mengalami stroke baik yang fatal atau non-fatal. Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per hari hanya berisiko 18 persen terserang stroke.

Orang dewasa dianjurkan tidur antara 6-9 jam dalam sehari. Karena terlalu banyak tidur bisa berujung pada berbagai masalah kesehatan seperti diabetes dan obesitas.

Sementara kurang tidur bisa mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan kadar hormone stres seperti kortisol, yang bisa memicu munculnya hipertensi. 

Thursday, May 21, 2015

Kisah Kekejaman Ashin Wirathu, Dalang di Balik Neraka Muslim Rohingya

Ribuan orang Rohingya kabur dari tempat asal mereka di Myanmar. Kaum Rohingya yang mayoritas Muslim memilih mati di negeri orang ketimbang bertahan di negara mayoritas Buddha itu.

Rupanya, seorang biksu Buddha menjadi dalang di balik neraka bagi kaum Rohingya. Biksu bernama Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Kemunculan Ashin Wirathu
Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mendengar nama biksu dari Mandalay tersebut. Pria kelahiran 1968 itu putus sekolah pada usia 14 tahun. Setelah itu, dia memutuskan untuk menjadi biksu.

Nama Ashin Wirathu mencuat setelah dia terlibat dalam kelompok ekstremis antimuslim "969" pada 2001. Karena aksinya, pada 2003 dia dihukum 25 tahun penjara. Namun, pada 2010 dia sudah dibebaskan bersama dengan tahanan politik lainnya.

Ashin Wirathu Jadi Tokoh Masyarakat
Setelah peraturan Pemerintah Myanmar melonggar, Ashin Wirathu makin aktif bersuara di media sosial. Ashin menyebarkan pesan melalui rekaman ceramah yang diunggah di YouTube dan Facebook. Sampai saat ini, dia berhasil menjaring sekira 37 ribu pengikut.

Pada 2012, ketika pertumpahan darah antara Rohingya dan Buddhis terjadi di Provinsi Rakhine, Ashin semakin dikenal dengan pidato penuh amarahnya.

Ceramah dia selalu dimulai dengan kalimat yang berbunyi, "Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah sebagai seorang nasionalis". Saat ditanya, apakah dia adalah "Bin Laden Burma", pria itu tidak menampiknya.

Keinginan Ashin Wirathu
Ashin Wirathu menyebarkan ajaran kebencian dalam setiap ceramahnya. Dia selalu menyasar komunitas Muslim, seringkali dia memojokkan Rohingya. Pria inilah yang memimpin demonstrasi yang mendesak orang-orang Rohingya direlokasi ke negara ketiga.

Ashin juga mengkambinghitamkan kaum Muslim atas bentrokan yang terjadi. Dia terus mengulang alasan tak masuk akal soal tingkat reproduksi Muslim yang tinggi.

Biksu itu mengklaim perempuan Buddhis dipaksa pindah agama. Dia memimpin kampanye yang mendesak Pemerintah Myanmar mengeluarkan peraturan yang melarang perempuan Buddhis menikah dengan pria beragama lain tanpa izin pemerintah.

Lawan Ashin Wirathu
Ashin memimpin sekelompok massa yang berani melakukan kekerasan demi mempertahankan pandangannya. Pengaruh kuat Ashin menyebabkan setiap orang yang berbeda pandangan akan menjadi target pendukungnya.

Masyarakat sesungguhnya takut dengan kekejaman kelompok Ashin. Namun, Ashin tetap mendapat dukungan banyak orang mengenai status kewarganegaraan Rohingya.

Tanggapan Biksu Lainnya
Banyak orang ingat peristiwa pada 2007 di Myanmar. Saat itu, para bisku buddha memimpin perlawanan terhadap kekuasaan mliter di Myanmar. Pesan Ashin saat itu tidak mendapat dukungan banyak orang.

Namun, banyak biksu di Myanmar yang memilih bungkam menghadapi Ashin. Sebagian lainnya, takut diserang Ashin. Sulit untuk memprediksi seberapa kuat pengaruh Ashin di kalangan biksu.

Ashin Wirathu memimpin lebih dari 2.500 biksu di biara Mandalay. Ketika ia menyelenggarakan konferensi mengenai perlindungan perempuan, para biksu memenuhi biaranya.

Beberapa biksu melontarkan kritikan atasnya. Seorang biksu bernama U Ottara mengaku kaget mendengar komentar-komentar yang disampaikan para biksu.

"Saya merasa sangat sedih. Saya bisa bilang, kata-kata yang mereka ucapkan bukanlah kata-kata yang digunakan seorang biksu," kata Ashin kepada BBC, Rabu (20/5/2015). Beberapa biksu khawatir bila kekejaman Ashin ditangkap dunia internasional sebagai representasi ajaran Buddha.

Alasan Pemerintah Myanmar Tidak Menghentikan Ashin Wirathu
Setelah hampir setengah abad dikuasai militer, kini Myanmar dipimpin oleh warga sipil. Namun, bentrokan antar agama memperlambat reformasi negara itu.

Sebagian orang percaya, Ashin diterima pemerintah kareana dia menyuarakan pendapat soal pandangan-pandangan populer, misalnya soal Rohingya. Ashin seolah menjadi corong pemerintah yang tidak bisa menyuarakan keinginannya sendiri karena alasan diplomatik.

Tanggapan Perempuan Myanmar
Kaum perempuan Myanmar adalah satu-satunya kelompok yang konsisten menentang pandangan Ashin Wirathu. "Dia memberi reputasi buruk untuk negara kita. Dia menodai jubah biksu yang dia gunakan," kata Sekretaris Jenderal Liga Perempuan Burma, Tin Tin Nyo.

Dia juga mengatakan, kampanye Ashin Wirathu yang mengusulkan peraturan yang membatasi perempuan menikahi pemeluk agama lain, bukanlah bentuk perlindungan perempuan melainkan bentuk kontrol atas perempuan.

"Perempuan dapat memutuskan sendiri siapa yang ingin dia nikahi. Perempuan dapat memilih sendiri agama yang ingin dianut," kata Tin Tin Nyo.

Perjalanan Cinta Rae Sita Supit dan Kiprahnya di Dunia Film

Mendiang Rae Sita Supit meninggalkan banyak kenangan semasa hidup. Memiliki darah campuran Australia dan Indonesia membuat Rae terlihat lebih muda dari usianya.

Bahkan ketika usianya menginjak 69 tahun, Rae masih ayu. Mari menilik sekilas perjalanan cinta Rae Sita Supit, juga sedikit kiprahnya di dunia film Indonesia seperti yang tertulis dalam Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985-1986. Seperti yang dilansir dari liputan6.

Setelah kembali ke Australia karena sering mendapat perlakuan tak menyenangkan dari lingkungan tempat tinggal, Rae mengenyam bangku kuliah di Univertas New South Wales Sydney, Australia. Ternyata tak semua orang Indonesia memandang sebelah mata padanya.

Buktinya, seorang teman SMP Rae menyusul untuk melamarnya. Awalnya, bintang film Bayang-Bayang Kelabu dan Ratapan Anak Tiri II tersebut tak yakin dengan hal itu. Namun karena kegigihan si teman, Rae akhirnya menikah dengan Oke F. Supit yang sampai sekarang menjadi suami dan dari ketiga anaknya. Mereka adalah Jenifer Jill Supit, Georgiana Grae Supit, dan Ravelra Ruth Supit.

Setelah itu, Rae justru berkecimpung lebih banyak di dunia film. Bersama dengan Ami Priyono, wanita yang juga aktif di Lembaga Sensor Indonesia (LSI) tersebut diajak bergabung dalam peran film dosen yang jatuh cinta pada mahasiswanya. Film itu bertajuk Cintaku di Kampus Biru pada 1976. Seingatnya hanya sekitar 30 kali ia nampang di layar. 

Tuesday, May 19, 2015

Kronologi Erri Yunanto Jatuh ke Kawah Merapi

kronologi Erri Yunanto Jatuh ke Kawah Merapi
Erri Yunanto, pendaki asal Sleman itu, memang ingin sekali berfoto di Puncak Merapi. Namun tak disangka niatnya berfoto di atas puncak tersebut berujung petaka (16/5).

Wajah Theofilus Dicky, kawan Erri, yang mengabadikan gambar Erri di puncak Merapi, terlihat layu saat ditemui di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Selo, Boyolali, kemarin.  Dia mengaku baru tidur beberapa jam saja semenjak adanya kejadian tersebut.

Ya, masih teringat jelas di memori Dicky bagaimana rekannya tersebut jatuh ke kawah Merapi.

Seperti yang dilansir jpnn.com (20/5/15). Sebelum Eri naik ke batu di puncak Merapi,  Sabtu (16/5), ada pendaki yang berhasil naik dan berfoto di sana. Kepada Dicky dan Erri, pendaki itu berkata tidak usah naik ke puncak Garuda bila ragu-ragu.

�Saya juga bilang pada dia (Erri) kalau ragu-ragu tidak usah naik, mending turun. Namun, ternyata dia berhasil sampai ke atas,� katanya.

Ketika hendak turun inilah Erri terlihat ragu-ragu. Sebelum turun, Erri meminta Dicky untuk berjaga di depannya. Hal itu agar dia tidak kebablasan saat turun nanti. Namun takdir berkata lain, saat hendak turun itu Erri malah terpleset ke samping dan jatuh ke kawah.

�Motivasinya memang pengen banget foto di situ,� kata Dicky. Melihat temannya jatuh dalam kawah, Dicky sontak ingin menolong temannya itu.

Sayang, kejadian tersebut hanya terjadi dalam hitungan menit. Begitu cepat Erri terjatuh sehingga dia tak mampu menolong.

�Topinya sempat jatuh, saya sempat melihat posisinya jatuh. Ketika saya mau mendekat dan menolong, diberi saran pendaki lainnya untuk memberitahukan ke bascamp saja, sebab bila menolong sendiri terlalu beri-siko,� tandasnya.

Ciri-ciri dan Bentuk Beras Plastik jika Sudah jadi Nasi

Ciri-ciri dan bentuk beras plastik
Temuan beras plastik pertama kali diungkapkan pemilik warung nasi uduk di ruko Granade Blok F19 No 37 Kelurahan Mustikajaya, Bekasi.

Pemilik warung, Dewi Seftiani, menyatakan tidak jadi memasak beras yang baru dibelinya untuk nasi uduk. �Karena setelah dimasak, bentuk nasi terlihat aneh,� ujarnya, kemarin.

Seperti yang dilansir jpnn.com (20/5/15). Dewi menceritakan, dirinya membeli beras dengan merek Ramos Sentra di toko beras langganannya di Pasar Tanah Merah, Mutiara Gading Timur, Bekasi, dengan harga Rp 8.000 per kilogram (kg). Awalnya, Dewi tidak curiga sedikit pun dengan beras yang dibelinya. Sebab, kalau dilihat, bentuk dan warna bulirnya sama sehingga sulit untuk dibedakan.

Namun, saat dimasak, barulah terlihat perbedaan beras itu dengan yang asli. Beras itu berwarna putih bersih dan menggumpal setelah menjadi nasi. Bila dipegang, terasa lembek tapi kenyal.

�Setelah jadi nasi, kok saya lihat bentuknya beda, nggak kayak nasi pada umunnya. Jadi, saya nggak berani untuk buat nasi uduk, takut kenapa-kenapa kalau dimakan,� ucap Dewi saat ditemui di warungnya.

Dewi kemudian mencoba memakan nasi yang tampak tidak biasa tersebut. Rasanya memang pahit. Bukan hanya itu, beberapa menit kemudian perut Dewi mual. �Sejak itu, saya yakin ada yang tidak beres dengan beras yang saya beli,� ungkapnya.

Saat memeriksa dengan lebih saksama beras yang belum dimasak, Dewi mulai sadar bahwa bentuk beras yang baru saja dibelinya memang tidak sama dengan beras pada umumnya.

�Butiran beras yang baru saya beli terlihat bening tanpa kotoran dan warna pun sangat mencolok. Kalau beras asli, di dalam butiran akan terlihat warna putih kecil di tengah-tengah,� terangnya. �Kalau dilihat sekilas saja, memang sama. Tapi, kalau dilihat lebih teliti lagi, baru terlihat perbedaannya,� tambahnya

Karena khawatir tetangga dan kerabatnya membeli beras serupa, Dewi kemudian melaporkan temuan itu kepada Lurah Mustikajaya Iman.

�Kami mendapatkan laporan tadi pagi, langsung kami cek ke lokasi. Kalau dilihat, memang ada sedikit perbedaan, tapi kami belum tahu apakah beras tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak sehingga perlu pengecekan melalui laboratorium,� tutur Iman.

Begitu mendapat laporan tentang beredarnya beras plastik di Kota Bekasi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bekasi melakukan sidak ke toko beras Pasar Tanah Merah di Mutiara Gading Timur. Sesampai di pasar, petugas gabungan langsung memeriksa salah seorang pedagang beras. Tujuan pemeriksaan tersebut adalah mengambil sampel untuk dicek di laboratorium.

Monday, May 18, 2015

Peternak Belgia Sukses Kembangkan Sapi Berotot Kekar

Peternak sapi di Belgia terus menggenjot jumlah sapi di peternakan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Bahkan, kini mereka berhasil mengembangkan sapi bibit super yang berotot kekar bak binaragawan.

Seperti yang dilansir orange.co.ukPetani-petani di Belgia bahkan memiliki program khusus untuk mengembangkan varietas sapi kekar itu. Namun, mereka tidak menggunakan bantuan dari obat-obat kimia. Sebab sapi super itu merupakan persilangan dari indukan sapi dengan banteng.

"Ini semua hanya tentang bagaimana mengatur perkembangbiakan sapi-sapi itu. Untuk membuat Belgian Blues selama 100 tahun, peternak hanya perlu mengawinkan antara sapi dan banteng yang memiliki otot yang kuat," jelas perwakilan National Geographic Channel. "Dan hasilnya adalah seekor sapi dengan berat berpuluh-puluh ton."

"Ada pengembangan gen yang mampu mengatur pertumbuhan otot pada sapi," tambahnya.

Sunday, May 17, 2015

Lara Valentini, Kembaran Selena Gomez Asal Belgia

Selena Gomez saat ini tengah menjadi salah seorang artis terpopuler di Hollywood. Meski umurnya baru 22 tahun, kehidupan Selena selalu jadi konsumsi publik.

Wajah cantik serta tubuh seksi Selena tentu membuat siapa saja terpesona. Lantas bagaimana bila Selena ternyata mempunyai seorang kembaran? Hal ini dapat Anda lihat melalui penampilan seorang gadis bernama Lara Valentini.

Gadis dari Belgia ini mempunyai wajah yang sangat mirip dengan mantan kekasih Justin Bieber tersebut. Anda dapat membandingkannya lewat foto-foto Lara di Instagram. Banyak follower yang memuji penampilannya.

Mulai dari mata, wajah, pipi, hidung, dan bibir sangat mirip dengan Selena Gomez. Pantas saja bila gadis 16 tahun ini langsung menggegerkan para netizen dan sukses meraup banyak follower.

Bahkan salah satu followernya sempat mengatakan, "WOW! OMG! Kamu benar-benar terlihat sama persis dengan Selena!! Aku butuh waktu sekian detik untuk menyadari jika itu bukan dia! Ya Tuhan, kamu benar-benar cantik!!!!"

Bagaimana menurut Anda? Apakah Lara sangat mirip dengan Selena?